Dress code pernikahan bermaksud untuk mengarahkan tamu pada apa dan bagaimana busana yang dikenakan, namun itu telah berubah menjadi sesuatu hal yang bisa dibilang rumit untuk diartikan. Hal ini karena fashion itu sendiri bersifat pribadi dan subjektif – beda orang alaminya memiliki ide yang berbeda tentang bagaimana seharusnya pakaian smart-casual. Pengaruh seperti budaya dan cuaca juga memainkan peran disini. Contohnya, busana pernikahan semi-formal di musim panas akan berbeda di musim dingin.

Selain itu, dress code tradisional telah digantikan ke arah modern dan kreatif. Dari pesta taman ke keanggunan pulau, tema-tema yang samar dan ambigu ini menambah lapisan ekstra terhadap ketidakpastian yang Anda harapkan ketika mengenakannya pada salah satu hari terbesar dalam kehidupan seseorang.

Walaupun semua hal diatas terdengar seram, panduan ini akan membantu Anda memahami dan menguraikan beberapa hal yang paling umum di dress code pernikahan serta beberapa juga yang kurang konvensional. Panduan ini juga akan memperlihatkanmu apa yang harus dikenakan dan bagaimana cara menata penampilanmu, dengan fokus kepada tas dan sepatu untuk membantumu menghilangkan rasa cemas tentang pakaian ketika giliran Anda rasakan ketika itu giliranmu untuk menanggapi undangan (RSVP).


Memahami Dress Code untuk Pernikahan

Mengapa Kode Pakaian Pernikahan Ada  

Anda akan merasa kesulitan untuk menemukan undangan pernikahan tanpa dress code di masa kini. Seiring dengan semakin personal dan beragamnya tema pernikahan, justru dress code memberikan arahan untuk tamu agar bisa diikuti. Dress code membantu tamu merasa percaya diri dengan pilihan busana mereka serta memastikan mereka tidak terlalu sederhana atau terlalu berlebihan dalam berpakaian.

Selain menghapus segala kebingungan yang berkaitan dengan pakaian, banyak pasangan yang menetapkan dress code untuk menentukan suasana untuk acaranya. Ketika semua orang mengikutinya dengan tekat, keseluruhan suasana dan tema menjadi lebih hidup, sehingga meningkatkan keseluruhan suasana acara. Selain itu, estetika yang serasi menghasilkan foto yang menawan – hal ini menjadi pertimbangan penting kepada banyaknya pasangan di dunia yang didorong oleh visual saat ini.

Faktor yang memengaruhi Dress Code

Dress Code pernikahan dibentuk oleh berbagai macam pertimbangan. Faktor-faktor tersebut meliputi, namun tidak terbatas pada:

Tempat acara. Lokasi sering kali menentukan tingkat formalitas sebuah pernikahan. Sebagai contoh, ballroom hotel yang megah umumnya menuntut busana yang lebih glamor, sementara pernikahan di pantai mendorong pilihan pakaian yang lebih santai dan sederhana.

Waktu pelaksanaan. Apakah upacara berlangsung pada siang atau malam hari dapat memengaruhi kode busana secara signifikan. Pernikahan pada malam hari cenderung lebih formal dan biasanya memerlukan penggunaan kain yang lebih mewah serta warna yang lebih gelap. Warna-warna terang dan bahan yang ringan dapat terasa kurang sesuai untuk malam hari, tetapi sangat tepat untuk perayaan di siang hari.

Musim dan cuaca. Pada musim semi dan musim panas yang lebih hangat, dress code umumnya mengarah pada gaya yang ringan dan santai, dengan warna pastel yang menjadi pilihan populer. Informasi lebih lanjut mengenai pilihan busana dan cara menata pakaian untuk pernikahan di musim semi dapat dibaca di sini.

Pada musim gugur dan musim dingin, dress code yang lebih hangat dan bersifat intim lebih sering diterapkan, dengan penggunaan kain yang lebih tebal serta warna-warna gelap bernuansa permata.

Budaya atau agama. Upacara pernikahan yang dipengaruhi oleh budaya atau agama tertentu dapat menetapkan ketentuan busana atau standar kesopanan tertentu. Sebagai contoh, pernikahan adat India sering kali mengharuskan penggunaan busana tradisional seperti saree atau lehenga, sementara pernikahan di gereja umumnya mengutamakan pakaian yang sopan dengan menutupi bahu dan lutut.

Apabila tidak terdapat dress code yang dinyatakan secara jelas, berbagai pertimbangan tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan pakaian yang sesuai untuk menghadiri sebuah pernikahan.


Kode Busana Pernikahan yang Umum, Dijelaskan

Pada bagian ini, kami akan menguraikan berbagai jenis kode busana berdasarkan tingkat formalitas, mulai dari yang paling formal hingga yang paling santai.

Dasi Putih

Silver braided top-handle bag, a wonderful accessory choice for white-tie weddings.
Burgundy gem-strap slingback pumps, the perfect complement to full-length evening gowns.

Pada abad ke-19, dasi kupu-kupu putih menjadi elemen wajib dalam busana malam formal pria di dunia Barat. Sebagai simbol tingkat formalitas tertinggi—yang dikenakan dalam jamuan kerajaan, jamuan kenegaraan, dan pesta dansa—warna dasi ini kemudian menjadi penanda utama yang mendefinisikan serta membedakan kode busana tersebut.

Sebagai tingkat formalitas paling tinggi, pernikahan dengan dress code white-tie mengharuskan tamu mengenakan gaun panjang hingga menyentuh lantai. Jika ragu, pilih siluet klasik dengan warna netral yang elegan, serta gunakan bahan mewah untuk memberikan sentuhan glamor. Sepatu hak tinggi model stiletto sangat serasi dipadukan dengan gaun jenis ini, karena mampu mengangkat bagian bawah gaun secukupnya sehingga menciptakan tampilan yang proporsional. Lengkapi penampilan dengan tas top-handle berstruktur yang ringkas, yang akan menyempurnakan tema white tie melalui kesan rapi dan elegan.

Jangan ragu untuk mengenakan perhiasan terbaik Anda—ini merupakan salah satu dari sedikit kesempatan di mana hal tersebut benar-benar sesuai. Namun, tetap pilih desain yang halus dan tidak berlebihan agar tidak mengalihkan perhatian dari pengantin wanita.

Black-Tie

 Black quilted pearl bow-handle bag, a fun yet elegant pick for black-tie events.
Pearl-buckle slingback pumps offer a flattering fit with floor-length gowns.

Black-tie diperkenalkan setelah white tie sebagai cara untuk membedakan tingkat formalitas. Black tie tergolong sebagai kode busana semi-formal dan populer di kalangan pasangan modern karena ketentuannya yang lebih fleksibel.

Dalam pernikahan dengan dress code black-tie, gaun panjang tetap menjadi pilihan yang paling dianjurkan. Namun, gaun koktail yang berkesan elegan atau setelan celana yang rapi juga dapat dikenakan. Bergantung pada tema acara, warna-warna berani, motif, dan pola lebih dapat diterima dibandingkan dengan acara white tie. Dengan ketentuan ini, Anda memiliki keleluasaan lebih untuk bermain dengan aksesori. Sebagai contoh, tas top-handle dengan detail pita dapat memberikan sentuhan trendi pada penampilan, tanpa mengurangi tingkat formalitas yang dibutuhkan. Seperti pada white-tie, sepatu hak tinggi tetap disarankan untuk sedikit mengangkat bagian bawah busana.

Dalam hal perhiasan, aksesoris dengan desain mencolok seperti anting-anting berlian bergaya tetesan atau cincin besar dan tebal dapat menjadi tambahan yang menyenangkan namun tetap elegan. Lihat panduan lengkap kami untuk memahami kode berpakaian black-tie pada pernikahan dan dapatkan tips serta saran gaya yang lebih mendalam.

Pakaian Formal Opsional

A structured black blazer paired with dark pants and a quilted clutch handbag fits the black-tie optional dress code.

Kode busana black-tie optional berada satu tingkat di bawah black tie dalam hal formalitas. Meski terkesan ambigu, dress code ini justru memberikan ruang bagi tamu untuk menyesuaikan pilihan busana berdasarkan konteks acara. Pernikahan di malam hari umumnya menuntut interpretasi yang lebih formal, sementara acara yang berlangsung pada siang hari atau di ruang terbuka memungkinkan tampilan yang lebih fleksibel—mulai dari hemline yang lebih pendek, pilihan warna yang lebih cerah, hingga potongan busana yang terasa lebih modern dan ringan.

Burgundy crystal-embellished crossover sandals, the ideal footwear for a black-tie optional dress code.
Noir satin studded mini bag, an elevated finishing touch.

Jika Anda memilih tampilan yang lebih santai, heels block dengan tinggi sedang adalah pasangan yang sempurna. Heels ini memberikan ketinggian yang mempercantik siluet tanpa mengorbankan kenyamanan. Gaya open-toe juga cocok dipilih, dengan catatan untuk selalu memastikan pedicure Anda sudah rapi. Lengkapi penampilan dengan mini bag yang terbuat dari material mewah dan dihiasi detail-detail elegan untuk sentuhan akhir yang lebih berkelas.

Cocktail 

Black knee-length dress with a feather hem paired with a sequinned clutch and slingback wedges, demonstrating cocktail attire for wedding guests.

Jangan terlalu memikirkan dress code koktail — yang terpenting adalah bersenang-senang dengan pilihan gaya Anda. Gaun mini hingga midi yang modis dengan kesan elevated merupakan pilihan yang tepat untuk pernikahan koktail. Tampilkan kepribadian Anda melalui motif yang menarik, warna-warna cerah, atau siluet yang unik. Namun, tetap perhatikan keseimbangan agar penampilan terlihat elegan tanpa terkesan terlalu santai atau berlebihan dalam menarik perhatian.

Black sequinned Mary Jane flats, a versatile complement to cocktail dresses.
 Metallic silver mini quilted crossbody bag, the perfect plus-one for a cocktail wedding.

Sepatu flats yang elegan sangat cocok untuk kode berpakaian koktail. Jika Anda khawatir sepatu tersebut terlihat terlalu santai, pilihlah sepasang sepatu yang dihiasi dengan detail mewah, seperti manik-manik berkilau. Tas selempang ringkas selalu menjadi pilihan aman; khususnya warna perak metalik, yang memberikan sentuhan elegan yang tidak pernah terasa terlalu santai untuk pernikahan. Untuk perhiasan, pilihlah yang sesuai dengan busana Anda.

Kasual Rapi

 Textured blue mini dress with a matching light-blue fuzzy cardigan, metallic heels and sequinned clutch demonstrate dressy-casual wedding guest attire.

Gaya dressy casual menurunkan tingkat formalitas dari busana koktail. Sebagai pedoman umum, Anda dapat menggunakan busana yang sudah biasa Anda kenakan sehari-hari dan membuatnya lebih berkelas dengan aksesori untuk mengubahnya menjadi busana yang sesuai untuk pernikahan. Misalnya, alih-alih memadukan gaun maxi yang flowy dengan sepatu flat kasual, ganti dengan sepasang heels yang elegan dan tampilannya akan langsung cocok untuk pernikahan dressy-casual. Rok, yang terlihat lebih kasual daripada gaun, juga sangat cocok jika dipadukan dengan atasan yang tepat.

 Brown block-heel slingback pumps, suitable for dressy-casual weddings.
Plum chain-strap bag, an elevated everyday option.

Heels balok rendah memberikan ketinggian yang pas untuk meningkatkan gaya secara instan sekaligus menjaga kenyamanan Anda sepanjang acara. Tas sehari-hari yang elegan dan berukuran ringkas ini juga cocok untuk pernikahan dressy-casual. Pada akhirnya, pasangan memilih dress code ini karena mereka tidak ingin tamu harus mengeluarkan biaya untuk membeli pakaian dan aksesori baru hanya untuk satu acara.

Casual 

Black off-shoulder top paired with a patterned skirt and mid heels, one of many casual wedding guest outfit options.

Pernikahan dengan dress-code kasual adalah yang paling santai di antara semua kategori, namun bukan berarti Anda bebas mengenakan apa saja. Meski kenyamanan menjadi prioritas, sebaiknya hindari kaus, jeans robek, sandal jepit, serta pakaian olahraga. Gaun santai (sundress), rok, maupun jumpsuit dapat menjadi pilihan yang tepat — cukup sempurnakan tampilannya dengan penataan yang cermat, seperti menambahkan kalung yang mencolok atau tas bahu yang menarik perhatian.

Black woven square-toe heeled mules will elevate any casual wedding ensemble.
Wineberry red woven shoulder bag, an effortless finishing touch to a casual wedding-guest look.

Pilihan alas kaki harus tetap nyaman namun terlihat terkonsep — dan pernikahan casual adalah salah satu momen spesial yang langka di mana gaya slip-on open-toe sangat diterima. Dengan menyelaraskan tas dan sepatu, Anda dapat dengan mudah menyatukan keseluruhan tampilan dan menghadirkan sentuhan trendi yang rapi. Pada akhirnya, tujuan utamanya adalah tampil rapi dan teratur tanpa formalitas pakaian koktail.

Pernikahan Pantai

A formal-leaning beach wedding outfit — a black maxi dress paired with espadrille sandals.

Dress code untuk pernikahan di pantai dapat bervariasi, mulai dari kasual hingga formal. Namun, mengingat nuansa tropis dari perayaan pernikahan di tepi laut, busana dengan bahan yang ringan dan breathable umumnya menjadi pilihan utama. Opsi tampilan kasual terdiri dari sundress dan romper, sementara pilihan formal meliputi gaun koktail yang terbuat dari satin yang lembut.

Leather & raffia bowling bag, the perfect plus-one for a chic beach wedding.
Metallic flat sandals are a practical, comfortable choice that doesn’t compromise style.

Pilih tas top-handle berbahan rotan, jerami, atau anyaman yang mencerminkan suasana perayaan di tepi pantai yang santai namun tetap elegan. Lengkapi tampilan dengan sandal flat bertali salah satu pilihan alas kaki paling praktis untuk area berpasir. Sol datarnya memudahkan Anda berjalan, sementara desain openwork-nya mudah dibersihkan dan membantu menjaga kaki Anda tetap bebas dari pasir.

Garden Party

A light blue one-shoulder dress — paired with a pink top-handle bag and toe-cap slip-ons — makes a relaxed yet elegant garden party wedding outfit.

Pernikahan dengan konsep acara taman biasanya diadakan di halaman rumput, taman, atau di tengah kebun anggur yang indah. Acara ini sedikit lebih formal daripada pernikahan di tepi pantai, namun tetap mempertahankan suasana santai dan santai. Pilihan busana yang paling alami untuk perayaan terbuka seperti ini adalah gaun bermotif bunga — selalu tampak serasi dengan latar hijau di sekitarnya. Sebagai alternatif, Anda dapat mengambil inspirasi dari warna-warna alam sekitar dan menyesuaikan tampilan dengan gaun bernuansa kasual-elegan, seperti gaun toga one-shoulder berwarna biru muda yang mengingatkan pada langit cerah dan cerah.

Lace & satin pointed-toe Mary Jane flats, ideal for outdoor, garden-party weddings.
 A classic dark-brown top-handle bag is a versatile and foolproof accessory choice.

Mengingat busana pesta taman cenderung memiliki nuansa maksimalis, sebaiknya memilih aksesori yang sederhana. Sepatu flat berwarna netral yang menggabungkan gaya elegan dan kenyamanan adalah pilihan praktis; berbeda dengan sepatu hak kitten atau stiletto, sepatu ini tidak akan terbenam di rumput. Tas tangan klasik dengan top-handle yang kokoh juga menjadi opsi yang aman—tas ini akan memberikan sentuhan elegan dan rapi pada setiap busana.

Cultural/Religious Ceremonies

Untuk pernikahan yang bersifat budaya atau keagamaan, dress code bisa sangat bervariasi. Sebagai tamu, penting untuk melakukan riset mengenai latar belakang budaya pasangan serta memahami busana apa yang dianggap pantas dikenakan.

Sebagai contoh, pada pernikahan Tionghoa, tamu umumnya disarankan untuk menghindari warna putih dan hitam karena warna tersebut dapat melambangkan suasana duka. Sementara itu, pada pernikahan India, busana tradisional yang cerah dan penuh warna seperti lehenga dan saree biasanya menjadi pilihan yang diharapkan. Warna-warna hidup dan desain yang kaya detail membantu Anda menyatu dengan suasana perayaan yang meriah, sedangkan busana Barat yang terlalu formal dapat terasa kurang selaras.

Pada pernikahan yang diselenggarakan di gereja, kesopanan menjadi prioritas—menutup bahu dan lutut merupakan bentuk penghormatan yang umum.

Pada akhirnya, meluangkan waktu untuk memahami tradisi serta ekspektasi dalam sebuah pernikahan akan membantu Anda hadir dengan busana yang sesuai sekaligus menghormati makna budaya dari acara tersebut.


Tips Tambahan Memilih Aksesoris untuk Tamu Undangan Pernikahan

Rekomendasi Tas Tangan

Untuk konsep pernikahan formal dan kasual, tas kecil merupakan pilihan yang bijak. Mereka menyimpan barang esensial lebih dekat serta menawarkan kemudahan ketika Anda berpergian jadi Anda bisa sepenuhnya menikmati perayaan tersebut. Selalu pilih desain yang serasi dengan formalitasnya acara tersebut, seperti tas clutch berhias atau berlapis logam untuk acara black-tie, serta tas dengan material raffia atau kanvas untuk pesta outdoor yang bersifat kasual. Pastikan tas senada dengan busana Anda – fokuslah untuk mengimbangi dengan cara mencocokkan gaun berwarna mencolok dengan tas yang lebih simpel, dan sebaliknya. Pendekatan ini membantu menjaga tampilan tetap rapi dan elegan.

Rekomendasi Sepatu

Ketika berbicara tentang sepatu, kenyamanan selalu diutamakan. Pernikahan melibatkan banyak berdiri, berbaur dan menari. Jadi, pilih sepatu yang mendukung kaki Anda selama acara berlangsung. Sebagai pedoman umum, pilih stiletto untuk acara formal black-tie, heels hak sedang untuk dress code semi-formal, dan sepatu flat dressy atau sandal untuk suasana kasual. Jika anda berencana untuk menggunakan sandal flat dan khawatir akan terlihat terlalu kasual, pilihlah sepasang sepatu dengan detail yang elegan atau dibuat dari material yang terkesan mewah. Jangan pernah gunakan sandal karet dan hindari sneakers sebisa mungkin.


Kesalahan umum untuk Dihindari Ketika Berpakaian untuk Pernikahan

Menggunakan warna pengantin. Pengantin modern sangat umum untuk memakai warna putih, jadi sebaiknya hindari untuk memakai warna putih secara bersamaan. Dalam beberapa budaya atau wilayah, pengantin mungkin memakai warna lain yang lebih spesifik, Oleh karena itu, penting untuk melakukan sedikit riset terlebih dahulu dan menghindari warna-warna tersebut. Jika anda sudah mengetahui apa yang akan pengantin gunakan, usahakan untuk tidak bertabrakan dengan warna-warna mereka.

Berpakaian terlalu sederhana atau terlalu berlebihan. Sebagai tamu, tugas utama Anda adalah berpakaian secara sopan mengikuti acara tersebut. Selalu patuhi kode berpakaian pasangan dengan ketat Jika tidak ada kode berpakaian yang disediakan, pertimbangkan lokasi acara, waktu hari, musim, dan cuaca untuk menentukan pakaian yang akan dikenakan. Jika Anda ragu, lebih baik berpakaian sedikit berlebihan daripada kurang rapi.

Memakai pakaian terlalu terbuka. Bahkan dalam hari biasa, pakaian terbuka dapat dianggap sebagai kesalahan dalam dunia fashion – dan bahkan ketika dalam acara pernikahan. Pengantin wanita adalah bintang utama dalam acara ini, dan busana Anda harus menghormati hal tersebut. Lebih baik berhati-hati dan pilih potongan dan siluet klasik yang konservatif.

Menggunakan sepatu yang tidak nyaman. Jika Anda berencana untuk memakai sepatu baru, selalu gunakan sepatu tersebut terlebih dahulu untuk memastikan mereka dapat bertahan selama berjam-jam pemakaian. Sepatu yang tidak nyaman akan menganggu Anda dalam momen tersebut, dan hal terakhir yang Anda inginkan adalah pergi lebih awal dan mengecewakan pasangan yang bahagia.

Tidak melakukan riset. Meskipun dress-code menetapkan ekspetasi umum, faktor-faktor seperti lokasi, musim, dan cuaca dapat memengaruhi apa yang dianggap pantas. Selalu pertimbangkan lokasi dan musim ketika merencanakan pakaian Anda.

Mengenakan busana yang terlalu mencolok atau berlebihan. Gaun tulle bervolume akan menarik perhatian dari pasangan pengantin, meskipun tanpa disengaja. Sebagai tamu, sebaiknya hindari tampilan yang dapat menyaingi pengantin atau mendominasi suasana acara. Pilih busana yang lebih sederhana agar tercipta keseimbangan yang sopan dan penuh penghormatan.


Sebagai tamu undangan, selalu lakukan riset yang semestinya dengan mencari tahu tentang lokasi acara, cuaca, serta latar belakang budaya atau keagamaan dari pasangan pengantin tersebut untuk membantu memandu pilihan outfit Anda. Langkah ini akan mengurangi risiko terjadinya kesalahan berbusana dan memungkinkan Anda untuk mengikuti perayaan dengan percaya diri — dan nyaman.

Kami harap panduan ini membantu Anda dalam menambah pemahaman yang lebih jelas tentang berbagai macam dress code pernikahan serta memudahkan Anda dalam menyesuaikan pilihan busana yang tepat. Jelajahi dan belanja koleksi pilihan kami yang dikurasi secara cermat untuk tamu pernikahan, lalu terapkan panduan ini secara langsung untuk menyambut musim pernikahan yang akan datang.